Articles

mt. kinabalu [mendaki biaya tinggi]

In travelling on February 11, 2011 by afkus

akhirnya tahun 2010 kemaren, salah satu keinginan saya tercapai. yaitu mendaki puncak kinabalu. alhamdulillah. saat semua orang mengambil cuti tahunannya untuk berlebaran, saya stay di kantor. saat mereka pada balik kantor, saya cuti seminggu buat naik gunung dan jalan jalan. what a sweet revenge!

singkat cerita sebenernya perjalanan ini gak bakal terjadi kalau saja saya nggak dapat tiket murah dari Airasia. jadi terimakasih saya yang pertama buat Airasia. Untuk terbang dr jakarta ke kota kinabalu saya mendapatkan tiket promo PP seharga Rp 488.000. termasuk pilih seat dan bagasi supersize 15kg. jadi murah banget untuk tiket pesawat.

satu satunya hal yang jadi kegelisahan saya adalah mahalnya biaya pendakian mt. kinabalu.  seperti yg telah saya dengar sebelumnya baik dari milis, forum maupun hasil gugling, ternyata sudah banyak pendaki dan pelancong yang mengeluhkan betapa mahalnya biaya pendakian di gunung kinabalu.  setiap tahun biaya pendakian di gunung kinabalu terus naik. tapi entah mengapa, para pendaki juga tetep banyak yg ingin mendaki di kinabalu. hal ini juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah negara bagian sabah, yang memberikan hak pengelolalaan penuh kinabalu park kepada sutera sanctuari lodge (SSL), yaitu perusahaan swasta yg memang bergerak dibidang resor wisata. karena punya hak pengelolaan penuh, jadi semua pendakian harus melalui dua pintu : SSL dan sabah park. SSL sebagai penyedia jasa/operator satusatunya, dan sabah park sebagai pemberi permit. dari sinilah terasa sekali monopoli usaha SSL. karena terdapat kebijakan bahwa untuk mendaki mt.kinabalu, haruslah melalui menggunakan penyedia jasa yg ada. monopoli.

berbulan bulan saya mencoba gugling, mencari info mengenai pendakian, apakah mungkin seorang pendaki dapat melakukan pendakian secara swadaya tanpa melalui operator yg ada, hanya seperti pendakian pada umumnya di Indonesia. jawabannya tidak. dan pihak sabah park juga sangat ketat dalam hal ini. setelah berpikir panjang, dan tidak mau rugi karena sudah kadung punya tiket murah. akhirnya saya ambil paket dari SSL. sebagai acuan, untuk pendakian bulan oktober 2010, saya mendapatkan harga paket RM 860 perpax. harga tersebut termasuk semua akomodasi di yg di arrange oleh SSL selama di kinabalu park untuk 3hari 2 malam, yaitu hotel di kinabalu park, makan sebanyak 7 kali (termasuk bekal pendakian), penginapan di laban rata, insurance dan climbing permit. belum termasuk guide fee, entrance fee dan transport fee dari dan ke gate pendakian. haaaa cape dee kebanyakan fee…

kalo dipikir mahal juga, ya mahal, wong penginapannya bagus, fasilitas lengkap. akhirnya merasakan juga naik gunung ala priyayi. tp mestinya naik gunung ya nggak seperti ini. hehe

kesan naik gunungnya?

ini gunung tertinggi yang saya daki. puncak tertingginya 11.300feet asl atau 4.95mdpl. definetly the highest summit I’ve ever reach so far. saya mengambil rute umum. timpohon-labanrata-summit-labanrata-timpohon. start pagi hari sampai di laban rata sore, istirahat satu malam, summit attack, trus descending, istirahat makan siang di laban rata lagi dan langsung meluncur turun.

nanjaknya pol. 1/3 perjalanan pertama isinya pepohonan lalu vegetasi. 2/3  vegetasi dan mulai banyak batu2, setelah laban rata selebihnya batu batu aja. setelah laban rata, pendakian ke puncak lumayan butuh effort karena kita mesti setengah melakukan climbing dengan batuan tali tambang di sepanjang trek. seru, menegangkan dan DINGIN.

kalau pemandangannya, lumayan. di sekitar kinabalu park ada hotspring. tp kesananya bayar lagi. dan mahal. haha padahal di hotspring di segara anakan rinjani gratis. lo mau mandi aer anget sampe semaput juga ga bayar. jadi menurut saya, untuk pengalaman oke lah ini kinabalu. tp klo untuk keindahan. hohoho masih banyaaaaak gunung di indonesia yg lebih bagus panoramanya drpada kinabalu. serius.

oh iya kebetulan saya dapat guide yg lumayan rese. namanya pak cik sopien. orangnya tua, kurang ramah, dan selalu berbicara tentang tenggat waktu. kamu harus sampe pos ini jam segini, kita harus sampe puncak jam segini, harus sudah turun jam segini. haha jadinya kita kurang menikmati waktu pendakian. padahal yg saya lihat guide lainnya ga gitu gitu amat.  jadi saran saya sebisa mungkin cari guide yg ramah. dari impresi pertama klo sudah nggak cocok mending ganti guide aja. toh kita bayar mahal.

overall. penilaian dari pengalaman saya. kalau sudah niat dan punya tabungan cukup, silahkan mencoba pengalaman mendaki kinabalu. kalau sudah pernah mendaki seperti saya, cukup sekali saja, saya akan pikir pikir ratusan kali kalau mau mendaki kesana lagi 😀

Biaya pendakian :

Paket SSL  RM 860/pax

termasuk : akomodasi satu malam di kinabalu park, akomodasi satu malam di Laban rata, makan selama menginap dan selama pendakian (7x), permit fee, insurance.

Entrance Fee RM 15

Transport Fee RM 16.5 (per 1-4 person)

Guide Fee RM 85 (per 1-3 climber/trip via timpohon)

note :

kalo sudah niat, siapkan dompet. pesen paket akomodasi bisa lewat official website SSL atau by email. bayarnya bisa transfer atau pake CC. atau bisa jg pesen lewat travel agent yang pasti lebih mahal lagi. hehe kalo mau merasakan mendaki via ferrata. seperti yg kita lihat di klip youtube nya.  kalo ga salah siapin RM380 lagi. haha

yang harus dibawa :

  1. baju secukupnya
  2. baju hangat (longjhon kalo punya juga dibawa), beanie/topi kupluk
  3. raincoat
  4. headlight/headtorch is a must
  5. sendal gunung atau sepatu trekking atau sepatu hiking
  6. energy bar, botol minum, snack
  7. kamera
  8. obat2an pribadi
  9. hiking backpack, light backpack

 

note :

ga perlu bawa sleeping bag, ga perlu beras, lauk,indomie atau bawa alat masak dan alat makan. kita tamasya.

😀

Articles

[prewedding] yayan+vivin

In photograph on February 11, 2011 by afkus

 

 

yang cowo temen kantor, yang cewe anak magang. awalnya dijodoh jodohin sama orang orang sekantor. eh jadi beneran.

lokasi di padang golf citraland.

infrared shot.

Articles

[prewedding] ina+romi

In photograph on February 11, 2011 by afkus

 

dulu pas mbak desi, kakaknya, akan menikah. saya yang motret, ina yang make up. sekarang pas si ina yang mau nikah, saya yang motret, mbak desi jadi penonton aja. maklum udah hamil tua. nggak kerasa udah hampir setahun sejak motret mbak desi. akhirnya adiknya nyusul. dan alhamdulillah saya yg dapat rejeki motret. heee… dan tak disangka menikahnya barengan di bulan yg sama dengan tukang potretnya. 

nah pertanyannya, kalau saya ntar siapa yg motretin ya?

😀

Articles

kosongkan cangkir

In photograph on February 11, 2011 by afkus

belajar bisa kemana saja, kapan saja, kepada siapa saja, lewat cara apa saja.  dan hari ini saya diingatkan lagi oleh kata kata masgathoe salah seorang senior di komunitas foto yg saya ikuti.

jangan lelah untuk belajar, jangan marah kalau dikritik.

“Tetap semangat, selalu kosongkan cangkir saat diskusi, buang ego kita dan terima semua masukan ke cangkir yg kosong kita. Percaya gak percaya, itu yg terbaik buat kita ….

Sebuah foto hanyabisa kita hak-i sampai pada proses akhir saja, ketika menjadi sebuah foto, maka akan terpisah dari kita, dan posisi kita menjadi sama dg orang lain, yaitu sebagai penikmat foto. Kalau perlu kita bantai sendiri foto-foto kita, dan kekurangan itu kita perbaiki difoto berikutnya.”

supeeeer!!!

🙂

Articles

teman saya positif

In day on February 11, 2011 by afkus

tiba tiba saja saya teringat cerita seorang teman kantor :

kalau tidak salah sore itu langit sedang mendung gelap. karena masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan, teman saya ini akhirnya harus terlambat untuk pulang ke rumah. sesuatu yg seringkali harus dia lakukan karena volume pekerjaan yg cukup masif dan tuntutan pelayanan publik yg cukup besar. setelah semua pekerjaan beres dan menyempatkan shalat isya di masjid kantor, maka pulanglah dia. dengan mengendarai motornya. hujan rintik mulai turun saat dia mulai beranjak meninggalkan kantor. ditengah perjalanan, tak jauh dari kantor, sekonyong konyong dia mendapati motor berjalan terseok dan sulit dikendalikan. “ah… banku bocor…” pikirnya. dan memang benar, ban belakang motor yang dikendarainya kempis tak tersisa. untunglah, tak jauh dari tempat itu ada tukang tambal ban. maka dia pun berhenti untuk menambal ban. hujan makin deras.

singkat kata, akhirnya dia berhasil pulang dengan selamat sampai kerumah. bahkan tanpa harus berbasah ria. karena saat si tukang tambal ban selesai dengan pekerjaannya saat itu pulalah hujan tiba tiba berhenti. tak ada yg aneh dengan cerita teman saya ini. tapi tiba tiba saja saya sangat bersimpati padanya saat dia menutup akhir cerita.

 “Tapi ya itu mas, paginya saya dikasih tau bagian umum kantor, saya lupa absen sore kemaren”

saya yakin hal ini bisa terjadi setiap waktu dan terjadi bukan tanpa alasan. tentu saja kita tak pernah tahu persis apa alasan semua hal tersebut terjadi. hidup adalah pilihan, jika kita berpikir positif maka pilihan yang muncul adalah pilihan positif, alasan yang muncul adalah alasan positif. karena kita berpikiran positif. jika kita dipenuhi pikiran negatif, maka sebaliknya pilihan yg kita buat selalu terlihat tidak menyenangkan, alasan yg kita tahu (kadang kita cari-cari sendiri) selalu bergerak negatif.

pertama, teman saya itu bisa saja berpikir bahwa paku yg membuat bannya bocor adalah paku yg disebar tukang tambal ban. buktinya? bannya bocor tak jauh dari tempat tukang tambal mangkal. sudah seringkali kan acara investigasi di televisi, berita di koran koran mengabarkan tentang hal ini, dan saya yakin dia pernah melihat atau membacanya. televisi dan surat kabar memang paling pintar membuat kita selalu curiga. tapi apa yg dia bilang?

 “Untung di deket situ ada tukang tambal ban mas, jd gak pelu nuntun lama lama. kesel reeeek awaku!!”

bayangkan jika dia berpikir kalau paku tersebut sengaja dipasang oleh si tukang tambal ban. saya yakin aura negatif bin jahat benar benar membentuk konstelasi di sekitar semesta antara tukang tambal ban dan dia. dan jangan lupakan juga soal hujan.

“dadi sekalian ngiyup mas… gak kudanan. sepatuku cuman sitok heee…”  (jadi sekalian berteduh mas, ngga kehujanan, sepatuku cuman satu-pen).

kedua, teman saya ini bisa saja kesal. sudah hampir tiap hari pulang terlambat, ga dapat uang lembur, eh paginya mesti dihadapkan kenyataan kalau dia lupa absen kemaren sore. konsekuensinya jelas, pegawai dianggap pulang sebelum waktunya dan bayaran dipotong. dia bisa saja marah marah seharian. memasang tampang jutek dalam melayani Wajib Pajak, tak memberi senyum, atau sekalian pasang nada tinggi terus menerus jika harus berucap.

“bapak mau apa? daftar NPWP? baca dulu syaratnya, jangan asal masukin permohonan!”

“Ini mau lapor masa apa? diisi yg benar formulirnya!”

tapi tentu saja dia tidak melakukannya. dia tetap memilih menjadi seorang petugas pelayanan yg ramah santun dan paling murah senyum. komentarnya saat itu

“iya mestinya jam lima teng langsung absen dulu ya? baru kerja lagi. ya udah, namanya lupa, ya salahku. masak salah wepe? masak salah mesin absen? masak salah mbak din?”

kita bisa menuduh, kita bisa menyalahkan, kita bisa merutuki terus menerus apa yg terjadi. atau sebaliknya, kita bisa berkaca pada diri sendiri, kita bisa memperbaiki, atau selalu berpikir positif dan menyemangati diri sendiri. berapa banyak hal negatif yg kita temui setiap hari? berita di televisi, headline di koran, berita di situs online. hampir semua membawa kabar buruk, pesimis, penuh tuduhan, saling hujat, saling tuding, saling bunuh.

mungkin sudah saatnya kita harus mulai memenuhi pikiran dengan pikiran positif , setidaknya untuk hidup dan diri kita sendiri. dan semoga pikiran positif itu menular. amin.

🙂

ps: its good to be back!