Post

teman saya positif

In day on February 11, 2011 by afkus

tiba tiba saja saya teringat cerita seorang teman kantor :

kalau tidak salah sore itu langit sedang mendung gelap. karena masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan, teman saya ini akhirnya harus terlambat untuk pulang ke rumah. sesuatu yg seringkali harus dia lakukan karena volume pekerjaan yg cukup masif dan tuntutan pelayanan publik yg cukup besar. setelah semua pekerjaan beres dan menyempatkan shalat isya di masjid kantor, maka pulanglah dia. dengan mengendarai motornya. hujan rintik mulai turun saat dia mulai beranjak meninggalkan kantor. ditengah perjalanan, tak jauh dari kantor, sekonyong konyong dia mendapati motor berjalan terseok dan sulit dikendalikan. ”ah… banku bocor…” pikirnya. dan memang benar, ban belakang motor yang dikendarainya kempis tak tersisa. untunglah, tak jauh dari tempat itu ada tukang tambal ban. maka dia pun berhenti untuk menambal ban. hujan makin deras.

singkat kata, akhirnya dia berhasil pulang dengan selamat sampai kerumah. bahkan tanpa harus berbasah ria. karena saat si tukang tambal ban selesai dengan pekerjaannya saat itu pulalah hujan tiba tiba berhenti. tak ada yg aneh dengan cerita teman saya ini. tapi tiba tiba saja saya sangat bersimpati padanya saat dia menutup akhir cerita.

 ”Tapi ya itu mas, paginya saya dikasih tau bagian umum kantor, saya lupa absen sore kemaren”

saya yakin hal ini bisa terjadi setiap waktu dan terjadi bukan tanpa alasan. tentu saja kita tak pernah tahu persis apa alasan semua hal tersebut terjadi. hidup adalah pilihan, jika kita berpikir positif maka pilihan yang muncul adalah pilihan positif, alasan yang muncul adalah alasan positif. karena kita berpikiran positif. jika kita dipenuhi pikiran negatif, maka sebaliknya pilihan yg kita buat selalu terlihat tidak menyenangkan, alasan yg kita tahu (kadang kita cari-cari sendiri) selalu bergerak negatif.

pertama, teman saya itu bisa saja berpikir bahwa paku yg membuat bannya bocor adalah paku yg disebar tukang tambal ban. buktinya? bannya bocor tak jauh dari tempat tukang tambal mangkal. sudah seringkali kan acara investigasi di televisi, berita di koran koran mengabarkan tentang hal ini, dan saya yakin dia pernah melihat atau membacanya. televisi dan surat kabar memang paling pintar membuat kita selalu curiga. tapi apa yg dia bilang?

 ”Untung di deket situ ada tukang tambal ban mas, jd gak pelu nuntun lama lama. kesel reeeek awaku!!”

bayangkan jika dia berpikir kalau paku tersebut sengaja dipasang oleh si tukang tambal ban. saya yakin aura negatif bin jahat benar benar membentuk konstelasi di sekitar semesta antara tukang tambal ban dan dia. dan jangan lupakan juga soal hujan.

“dadi sekalian ngiyup mas… gak kudanan. sepatuku cuman sitok heee…”  (jadi sekalian berteduh mas, ngga kehujanan, sepatuku cuman satu-pen).

kedua, teman saya ini bisa saja kesal. sudah hampir tiap hari pulang terlambat, ga dapat uang lembur, eh paginya mesti dihadapkan kenyataan kalau dia lupa absen kemaren sore. konsekuensinya jelas, pegawai dianggap pulang sebelum waktunya dan bayaran dipotong. dia bisa saja marah marah seharian. memasang tampang jutek dalam melayani Wajib Pajak, tak memberi senyum, atau sekalian pasang nada tinggi terus menerus jika harus berucap.

“bapak mau apa? daftar NPWP? baca dulu syaratnya, jangan asal masukin permohonan!”

“Ini mau lapor masa apa? diisi yg benar formulirnya!”

tapi tentu saja dia tidak melakukannya. dia tetap memilih menjadi seorang petugas pelayanan yg ramah santun dan paling murah senyum. komentarnya saat itu

“iya mestinya jam lima teng langsung absen dulu ya? baru kerja lagi. ya udah, namanya lupa, ya salahku. masak salah wepe? masak salah mesin absen? masak salah mbak din?”

kita bisa menuduh, kita bisa menyalahkan, kita bisa merutuki terus menerus apa yg terjadi. atau sebaliknya, kita bisa berkaca pada diri sendiri, kita bisa memperbaiki, atau selalu berpikir positif dan menyemangati diri sendiri. berapa banyak hal negatif yg kita temui setiap hari? berita di televisi, headline di koran, berita di situs online. hampir semua membawa kabar buruk, pesimis, penuh tuduhan, saling hujat, saling tuding, saling bunuh.

mungkin sudah saatnya kita harus mulai memenuhi pikiran dengan pikiran positif , setidaknya untuk hidup dan diri kita sendiri. dan semoga pikiran positif itu menular. amin.

:)

ps: its good to be back!

Advertisement

3 Responses to “teman saya positif”

  1. opening yang panjang… :)

    welkambek, pak ^^

    amiiiiiin.. mari berpositif ria, semangaadds!

  2. great, I really like this post. I have been to long submerged in negative thoughts and see I’m less happy than before. *ups curcol, hahaha*

    yeah it’s good to have you back again pak flo :D

  3. horeeeee…eva sudah positive !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.